Brand Storytelling Bisa Melejit dengan 5 Tips Ini yang Membuat Menarik untuk Bisnis

Melakukan  brand storytelling  merupakan salah satu strategi pemasaran yang sering digunakan sebagai pengganti iklan konvensional. Orang-orang mulai bosan beriklan karena dianggap terlalu lazim. Kita sering menemukan iklan di TV, media sosial, bahkan  aplikasi smartphone. Pola iklannya kurang lebih sama, yaitu menawarkan produk langsung kepada audiens. Namun ada cara lain untuk mempromosikan produk kepada audiens, yaitu brand storytelling.

Penceritaan merek adalah penggunaan cerita otentik dan emosional oleh suatu merek untuk tujuan promosi. Dengan penceritaan merek, Anda dapat memperkenalkan  merek Anda dengan  membuat mereka tertarik dengan  kisah   merek   Anda  . Alih-alih menjelaskan secara langsung keunggulan  dan nilai  apa yang diberikan brand   Anda   , cara ini akan lebih efektif dan terkesan halus dalam mempengaruhi alam bawah sadar audiens untuk membeli produk Anda.   Brand storytelling bisa menjadi kompas yang akan menunjukkan arah strategi pemasaran bisnis Anda. Jadi, bawa calon pelanggan Anda ke dunia bisnis Anda dengan menciptakan cerita otentik yang memiliki jangka panjang, konsisten, dan menunjukkan apa yang penting bagi Anda. Berikut adalah 5 tips untuk membuat  narasi merek yang  efektif  untuk merek atau bisnis Anda.

 

  1. Ceritakan kisah sederhana

Menceritakan sebuah kisah tentang sebuah brand  kepada calon konsumen tidak harus sepanjang narasi film, membuat cerita menjadi sederhana dan singkat. Cerita yang sederhana akan terlihat lebih realistis dan lebih dapat dipercaya. Untuk membuat cerita anda lebih terstruktur, anda bisa membuatnya berdasarkan tiga bagian utama, yaitu:

  • Mulailah dengan masalah: Jelaskan masalah yang dihadapi dan kekhawatiran Anda secara singkat dan jelas.
  • Berikan solusi: Jelaskan bagaimana Anda memecahkan masalah.
  • Akhiri kesuksesan: buat kesan positif pada audiens, ceritakan hal-hal realistis tentang kesuksesan merek Anda.

 

  1. Sesuaikan dengan target audiens

Cara bertahan di tengah ketatnya persaingan bisnis adalah dengan menyesuaikan brand dengan target audiens. Oleh karena itu, bisnis yang dijalankan harus terhubung langsung dengan konsumen untuk menarik mereka dan melibatkan mereka lebih jauh lagi dalam bisnis Anda. Anda memerlukan proses pendekatan untuk menyesuaikan bisnis Anda dengan target konsumen Anda.  Di sinilah peran  brand storytelling  sangat dibutuhkan untuk  secara halus menghadirkan sebuah brand kepada konsumen. Ceritakan kisah yang menunjukkan bahwa  merek  Anda  memahami konsumen serta mereka memahami diri mereka sendiri, membawa cerita yang membuat konsumen terhubung langsung atau merasa terhubung  dengan merek. Oleh karena itu,  ide brand  Anda  harus bisa menginspirasi konsumen tertentu.

  1. Cerita yang mengharukan

Konsumen di era digital saat ini terlalu nyaman dengan kemudahan akses teknologi. Banyak hal atau aktivitas yang bisa dilakukan secara otomatis, membuat pekerjaan Anda lebih mudah. Karena kecenderungan untuk menggunakan teknologi ini, inilah yang membuat sisi manusia sangat mahal. Tapi ada sisi lain yang bisa kita capai, yaitu emosional. Cerita dalam bentuk apa pun akan menjadi menarik dan populer jika dapat menyentuh sisi emosional penonton. Konsumen kini mulai menjenuhkan diri dengan promosi yang monoton dan penjualan yang sulit. Untuk itu, penting untuk merumuskan bagaimana  brand promotion   Anda  dapat menyentuh sisi emosional audiens, terutama mereka yang menjadi target pasar Anda. Ambil contoh, iklan di Thailand yang mungkin juga pernah Anda lihat. Iklan mereka selalu tepat sasaran karena membuat audiens tergerak oleh emosi mereka atau bahkan menunjukkan emosi seperti kesedihan dan kemarahan. Model iklan seperti itu disebut penceritaan merek  yang baik karena mampu menjual produknya dengan menyentuh emosi audiensnya.

 

  1. Narasi unik

Selain cerita yang dapat menyentuh sisi emosional audiens, kamu juga harus menghadirkan narasi yang unik dan belum pernah terjadi sebelumnya. Jika Anda hanya menyajikan cerita yang menyentuh dengan narasi biasa, audiens juga akan merasa bahwa cerita Anda biasa saja dan kurang tertarik dengan brand Anda. Oleh karena itu, Anda perlu membuat narasi yang unik dan otentik agar audiens terkesan dan mengingat cerita Anda. Narasi yang unik adalah cerita yang bisa membuat penonton penasaran karena mereka belum pernah menemukan cerita yang Anda lakukan. Konsep unik ini bisa menghadirkan cerita atau plot twist yang lucu, menarik dan mengejutkan. Sisi cerita yang unik inilah yang akan membuat penonton tidak dengan membuat penonton mudah melupakan ceritanya.

 

  1. Ceritakan kisah nyata

Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah jangan pernah mengarang cerita tentang brand Anda  hanya ingin mendapatkan perhatian audiens atau konsumen. Salah satu cara untuk membuat  kisah merek Anda otentik dan konsisten adalah dengan menceritakan kisah  asal-usul merek secara  nyata. Katakan saja mengapa Anda memutuskan untuk memulai bisnis. Untuk membuatnya lebih menarik dan lebih realistis, Anda dapat mengemas cerita dari sudut pandang individual. Jelaskan juga bagaimana visi dan misi brand, bagaimana peran konsumen dalam membantu pengembangan brand, dan juga nilai  apa yang dapat diberikannya kepada konsumen. Misalnya, ada seseorang yang memiliki komunitas di bidang pendidikan. Ia membangun komunitas tersebut karena merasa di kota tempat tinggalnya, tingkat kesadaran masyarakat terhadap era digitalisasi atau industri digital masih rendah. Seiring berjalannya waktu, ia dan teman-temannya akhirnya menciptakan bisnis yang berfokus pada pendidikan dan teknologi di industri digital.